Daftar Isi
Daftar Isi 1
Bab I
PENDAHULUAN
ü Latar Belakang
Masalah 2
ü Rumusan
Masalah 2
ü Tujuan 2
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pendekatan
dalam pembelajaran ips 3
2. Jenis – jenis pendekatan 3
a)
Pendekatan disiplin
atau pendekatan struktur 3
b)
Pendekatan
antar struktur atau interdisiplin 4
1.
Pendekatan
Multidisiplin 4
2.
Pendekatan
Interdisiplin 5
c) Pendekatan kemasyarakatan 5
d) Pendekatan lingkungan 5
1. IPS dengan Lingkungan Fisik 5
2.
IPS dan
Lingkungan Budaya 6
e) Pendekatan pembelajaran tradisional dan
pendekatan pembelajaran inkuiri 6
1. Pembelajaran Tradisional 6
2. Pendekatan Pembelajaran Inkuiri 7
BAB III
PENUTUP
ü
Kesimpulan 8
ü
Saran 8
DAFTAR PUSTAKA 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Dalam menyikapi suatu masalah memang kita sering sekali tidak bisa
berlaku secara kooperatif dan berporsi utuh pada apa di balik semua itu. Dan
tentunya akan berpengaruh sangat signifikan akan keberhasilan untuk tujuan ke
depannya. Makanya, perlu adanya pandangan dan pendekatan yang berasumsi bahwa
semua hal dan permasalahan ada segi
pandang dan pertimbangan.
Dengan adanya ungkapan seperti itu,
sedikit kami menyinggung dan mencoba membahas dengan secara ringkas menurut pejelasan dan pembagiannya.
B.
Rumusan
Masalah
v Apa pengertian
dari pendekatan dalam pembelajaran ips ?
v Apa saja
pembagian dan tujuan dari pendekatan dalam pembelajaran
ips ?
C.
Tujuan
v Apa pengertian
dari pendekatan dalam pembelajaran ips ?
v Apa saja
pembagian dan tujuan dari pendekatan dalam pembelajaran
ips ?
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENDEKATAN DALAM
PEMBELAJARAN IPS
Pengertian
Pendekatan mengandung arti cara pandang atau
cara menyikapi sesuatu dengan bertolak belakang dari asumsi tertentu.
Pengajaran IPS digunakan sebagai istilah teknis pedagogis untuk proses
belajar-mengajar atau proses pembelajaran dalam mata pelajaran IPS.
Pendekatan dalam
pelajaran IPS dimaksudkan sebagai cara pandang kita terhadap proses belajar
murid dalam mata pelajaran IPS, dan upaya penciptaan kondisi dan iklim kelas
yang memungkinkan terjadinya proses belajar.
Pendekatan sangat penting bagi guru karena guru dalam mata pelajaran IPS selain
berfungsi sebagai manajer kelas dan fasilitator belajar, juga menjadi teladan
actor sosial. Oleh karena itu, dengan mempelajari berbagai jenis pendekatan
ini, dapat menambah percaya diri seorang guru untuk melaksanakan tugas sebagai
guru IPS.
Pendekatan bergantung pada berbagai hal, seperti tingkat pendidikan, tujuan dan
lingkupan pendidikan anak. Artinya seorang guru harus memilih pendekatan yang
sesuai dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam perencanaan
pembelajaran.
2. JENIS – JENIS PENDEKATAN
Ada beberapa jenis pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan pada kegiatan
belajar mengajar di IPS, antara lain :
a)
PENDEKATAN
DISIPLIN ATAU PENDEKATAN STRUKTUR
Pendekatan
Disiplin bertitik tolak dari sesuatu disiplin ilmu tertentu. Artinya pola
kerangka atau sistematika pendekatan disiplin dimulai dari menyampaikan
konsep-konsep dari suatu disiplin, baru kemudian menambahkan konsep-konsep
disiplin lainnya. Yang bertujuan untuk mendukung konsep-konsep disiplin
tersebut. Misalnya dimulai dari disiplin sejarah atau dari geografi atau dari
ekonomi, dan sebagainya.
Cara
penyampaian dalam pendekatan disiplin adalah dengan mempertautkan konsep-konsep
lain yang bersifat menunjang yang dilakukan secara sistematis.
Tujuan dari pendekatan disiplin
antara lain :
· Mendukung tujuan IPS dalam kurikulum
· Untuk mendapatkan pengertian yang
lebih mendalam tentang konsep-konsep ilmu sosial tertentu
· Untuk menelaah lebih lanjut tentang
lingkup utama kegiatan manusia
· Untuk memberikan gambaran yang jelas
tentang konsep-konsep tertentu dari suatu disiplin dengan disiplin yang lain.
· Untuk memberikan bahan yang lebih
banyak dan lebih luas kepada IPS
Dalam proses
belajar mengajar yang menggunakan pendekatan disiplin, guru hendaknya lebih
banyak memberikan tugas kepada anak untuk mencari sumber-sumber diluar buku
teks. Memberikan tugas membaca ataupun studi lapangan dan pada akhir tugas
melampirkan karya tulis kelompok maupun perorangan.
Kekurangan dari pendekatan disiplin
adalah :
· Penyusunan suatu pembelajaran dengan
pendekatan ini adalah sangat sulit, karena tidak adanya pedoman yang tegas
untuk memilih inti pembahasan dan pendukung pembahasan.
· Pandangan tiap-tiap pengajar tentang
suatu konsep, kedalaman maupun keleluasannya, sangat tergantung pada latar
Belakang pendidikannya.
· Keterampilan guru untuk
mempertautkan konsep-konsep sangatlah terbatas dan dipengaruhi oleh berbagai
faktor (waktu, kesempatan, referensi,dll).
b) PENDEKATAN ANTAR STRUKTUR ATAU INTERDISIPLIN
Pendekatan
antar struktur merupakan pendekatan yang membahas suatu konsep secara berturut
melalui beberapa disiplin dan kemudian dipersatukan. Dengan pendekatan ini
suatu konsep ilmu sosial atau suatu topik diorganisasikan bersama konsep dari
berbagai ilmu sosial terpadu.
Contohnya :
Menunjukkan pada peta pesebaran daerah asal suku bangsa di Indonesia. Maka,
dapat meyoroti dari sudut pandang : geografi, khususnya peta persebaran daerah
asal suku bangsa di Indonesia. Kemudian materi sikap menghormati keanekaragaman
suku bangsa. Kemudian bisa membahas berbagai jenis kebudayaan di Indonesia.
Kesemuanya itu
terpadu menjadi suatu bahan pelajaran yang utuh dan tidak merupakan cerita
bersambung. Sumbangan konsep dari berbagai ilmu diolah, diramu, dan dipadukan
baik dari segi urutan atau tingkat kesulitan maupun kepentingannya.
Kesulitan
penggunaan pendekatan ini dalam pelaksanaan pengajaran IPS dapat dimaklumi
mengingat masih jarang ditemukan guru IPS yang generalis. Tetapi hal ini dapat
diatasi melalui team teaching pada saat memprogram atau waktu melaksanakannya.
Pendekatan
antar struktur dapat dibedakan menjadi dua jenis pendekatan, yaitu :
a.
Pendekatan Multidisiplin
Pendekatan
multidisplin mengarah pada pengambilan konsep-konsep dari berbagai disiplin.
Generalisasi dan proses dari berbagai disiplin ilmu sosial untuk membantu para
siswa memahami topik yang mereka pelajari. Artinya semua aspek dari suatu topik
ditelaah sehingga pengertian siswa itu menjadi luas dan dalam, dan dengan
demikian tujuan sajian akan tercapai secara mantap.
b.
Pendekatan Interdisiplin
Pendekatan
interdisiplin juga menggunakan atau mengambil konsep-konsep yang digunakan
dalam berbagai ilmu sosial. Perbedaannya ialah bahwa model pengajaran dengan
pendekatan interdisiplin mendasarkan strukturnya pada penggunaan ‘konsep inti’
sedangkan pada model pendekatan multidisplin menggunakan ‘konsep dasar’ dari
berbagai disiplin.
Dasar pemikiran yang melatarbelakangi penggunaan
pendekatan interdisiplin ialah adanya banyaknya konsep dasar yang harus
dibatasi jumlahnya agar dapat dikembangkan dalam pengajaran. Kesukarannya
terletak pada pemilihan konsep dasar yang paling efektif untuk digunakan.
c) PENDEKATAN KEMASYARAKATAN
Pendekatan kemasyarakatan dimaksudkan seperti pendekatan
yang kita gunakan didalam mempelajari IPS dengan mengambil masyarakat sebagai
folus pembahasan. Artinya semua komponen program diambil dari dan ditujukan
pada masyarakat sekitar.
Tujuan dari pendekatan kemasyarakatan
antara lain :
· Pergaulan siswa di dalam masyarakat
lebih luas, meliputi kecakapan bergaul, sikap ramah tamah, tenggang rasa, suka
menolong, penyesuaian diri dalam berbagai situasi dan bisa mempengaruhi
masyarakat sekitarnya.
· Dapat memperluas pengetahuan dan
pengertian yang didapat disekolah dengan macam-macam kenyataan (fakta) yang
didapat di dalam masyarakat (konsep-konsep) sehingga mempunyai scope yang lebih
luas dan lebih mendalam.
· Mengetahui kebutuhan-kebutuhan dan
harapan masyarakat akan hasil pendidikan di sekolah yang dapat digunakan untuk
membangun, membina, dan mengembangkan masyarakat.
· Dapat berpartisipasi langsung dengan
berbagai kegiatan kemasyarakatan yang juga diharapkan oleh masyarakat.
· Mengetahui lebih banyak tentang
perubahan dan perkembangan yang lebih cepat daripada yang diduga diketahui
disekolah sehingga pengetahuannya selalu aktual.
d) PENDEKATAN LINGKUNGAN
Lingkungan
masyarakat lebih banyak membicarakan lingkungan fisik dan lingkungan budaya atau
sering disebut dengan lingkungan geografis.
a. IPS dengan
Lingkungan Fisik
Di dalam
pengetahuan tentang lingkungan, unsur fisik memegang peranan penting. Hal ini
dimuat dalam tujuan pengajaran IPS.
Tujuan tersebut antara lain :
· Anak harus memahami keadaan
lingkungan fisiknya ( keadaan alam, kekayaan alam, iklim, fauna, serta
ekosostem dan lingkungannya )
· Anak harus menyadari bagaimana
campur tangan manusia didalam mengelola sumber-sumber alam.
· Anak harus memahami dan menyadari
tentang perlunya perhitungan, pengawasan dan pengawetan alam sekitar demi
kelestarian lingkungan.
b. IPS dan
Lingkungan Budaya
Tujuan
pengajaran IPS dan Lingkungan Budaya adalah :
· Mengajarkan kebudayaan-kebudayaan
manusia di dunia dari hal perbedaan, persamaan hakekat budaya yang ada padanya,
perkembangan serta perubahan-perubahannya.
· Anak harus memahami nilai-nilai
budaya nasioanal, regional maupun lokal, menghargai dan memelihara sebagai
harga pusaka peninggalan nenek moyang.
· Menanamkan rasa tanggung jawab dan
kesadaran untuk memelihara dan melestarikan warisan budaya tersebut.
· Anak harus mengetahui akibat-akibat
buruk yang dapat ditimbulkan oleh penetrasi kebudayaan asing yang masuk ke
dalam lingkungan kebudayaan.
e) PENDEKATAN PEMBELAJARAN TRADISIONAL DAN PENDEKATAN
PEMBELAJARAN INKUIRI
a.
Pendekatan Pembelajaran Tradisional
Pendekatan
pembelajaran tradisional mengutamakan penyajian fakta dan nama, melalui hafalan
dan ingatan. Anak dianggap sebagai suatu bejana kosong yang harus diisi oleh
guru sampai penuh. Sehingga dalam pendekatan pembelajaran anak bersifat pasif.
Sedangkan guru bertindak aktif dengan metode ceramah.
Kekurangan dari pendekatan
pembelajaran tradisional antara lain :
· Kurang memberikan kesempatan untuk
bertanya atau berdiskusi memecahkan masalah sehingga daya serap siswa kurang
tajam.
· Kadang-kadang pernyataan atau
penjelasan lisan sukar ditangkap. Apalagi jika menggunakan kata-kata asing.
· Kurang memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mengembangkan kecakapannya untuk mengeluarkan pendapat.
· Kurang cocok untuk anak yang tingkat
abstraksinya masih kurang.
· Dapat menimbulkan kebosanan siswa.
Pendekatan ini dapat digunakan
apabila terdapat hal-hal berikut ini :
· Bahan yang ingin disampaikan sangat
banyak.
· Para siswa dapat memahami informasi
melalui kata-kata.
b.
Pendekatan Pembelajaran Inkuiri
Pendekatan
pembelajaran inkuiri bertolak dari pandangan bahwa siswa sebagai subjek dan
objek dalam belajar, mempunyai kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal
sesuai engan kemampuan yang dimilikinya.
Proses
pembelajaran harus dipandang sebagai stimulus yang dapat memandang siswa untuk
melakukan kegiatan belajar. Peranan guru lebih banyak menempatkan diri sebagai
pembimbing atau pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Dengan demikian,
siswa lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok
memecahkan permasalahan dengan bimbingan guru.
Tugas utama
guru adalah memilih masalah yang perlu dilontarkan kepada kelas untuk
dipecahkan oleh siswa sendiri. Berikutnya guru menyediakan sumber belajar bagi
siswa untuk pemecahan masalah.
Pendekatan inkuiri dalam mengajar termasuk pendekatan
modern, yang sangat didambakan untuk dilaksanakan disetiap sekolah. Pendekatan
inkuiri dapat dilaksanakan apabila sudah memenuhi syarat-syarat berikut :
· Guru harus terampil memilih
persoalan yang relevan untuk diajukan kepada kelas dan sesuai dengan daya nalar
siswa
· Guru harus terampil menumbuhkan
motivasi belajar siswa dan menciptakan situasi belajar yang menyenangkan
· Adanya fasilitas dan sumber belajar
yang cukup
· Partisipasi setiap siswa dalam
setiap kegiatan belajar
BAB III
PENUTUP
v
Kesimpulan
Dengan sedikit
kita membaca dan menelaah apa yang
tertulis diatas maka pendekatan dalam pelajaran IPS dimaksudkan sebagai cara
pandang kita terhadap proses belajar murid dalam mata pelajaran IPS, dan upaya
penciptaan kondisi dan iklim kelas yang memungkinkan terjadinya proses belajar.
v
Saran
Mungkin dengan adanya keterbatasan pembahsan
ini, kami meminta saran yang membangun demi tercapainya pembahasan yang lebih
baik lagi .
DAFTAR PUSTAKA
v
Indra Jati Sidi(2004) Pelayanan
Profesional, Kegiatan Belajar-Mengajar yang Efektif. Jakarta: Puskur Balitbang
Depdiknas.
v
Puskur Balitbang Depdiknas (2003)
Model-model Pembelajaran Efektif.
v
Solihatin, Etin ( 2008 ) Cooperative Learning, analisis Model
Pembelajaran IPS, Jakarta: Bumi Aksara
No comments:
Post a Comment