Monday, July 14, 2014

Makalah Pengertian konsep, ruang lingkup




Daftar isi

BAB I       PENDAHULUAN                                                                     
Latar Belakang Masalah                                                                                                        
Rumusan masalah                                                                                                                  
Tujuan                                                                                                                                    

BAB II      PEMBAHASAN 
Pengertian Konsep                                                                                                                 
Pengertian ruang lingkup                                                                                                       
Hubungan Konsep dan ruang lingkup dengan ilmu yang lain                                               
Manfaat konsep dan ruang lingkup                                                                                       
Pengertian sejarah pendidikan Islam                                                                                     
Periodesasi sejarah pendidikan Islam                                                                                    
       Fase Ekspansi, Integrasi dan Puncak kemajuan (650 M-1000 M).                            
      Fase Disintegrasi (1000 M-1250 M)                                                                          
Periode Pertengahan (1250 M-1800 M)                                                                    
§        Fase Kemunduran (1250 M-1500 M                                                                           Fase Tiga Kerajaan Besar (1500 M-1800 M)                                                             
Periode Modern ( sejak 1800 M)                                                                                           

BAB III PENUTUP                                                                                                 
Kesimpulan                                                                                                                            
  
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                       







BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Mengenai aspek pendidikan yang biasa kita dengar, mungkin  sering kali terdapat istilah yaitu konsep, ruang lingkup. Akan tetapi tidak di pungkiri bahwa belum tentu kita mengenal secara detail dan jelas apa makna atau pengertian kata tersebut.

Disinilah kita akan mencoba membahas secara ringkas dan sekilas agar kita sedikit banyak mengetahui akan hal itu.

Dan juga pendidikan itu tidak sekejap mata muncul dan ada seperti sekarang ini. Semuanya peasti ada asal mula atau sejarahnya baik secara singkat atau perjalanan yang panjang. Itu semua ada tahapan atau periodesasinya.

      2.      Rumusan masalah
Apa pengertian konsep dan ruang lingkup?
Bagaimana hubungan konsep dan ruang lingkup dengan ilmu yang lain ?
Apa saja manfaat mempelajari konsep dan ruang lingkup !
Bagaimana Periodesasi sejarah pendidikan Islam !

       3.      Tujuan
Untuk mengetahui pengertian konsep dan ruang lingkup
Untuk memperoleh informasi tentang hubungan konsep dan ruang lingkup dengan ilmu yang lain
Untuk mengidentifikasi manfaat mempelajari konsep dan ruang lingkup
Untuk mengetahui Periodesasi sejarah pendidikan Islam







BAB II
PEMBAHASAN

      1.      Pengertian Konsep
Merupakan istilah yang digunakan untuk meng­gambarkan secara abstrak suatu objek.  Melalui konsep, diharapkan akan dapat menyederhana­kan pemikir­an dengan menggunakan satu istilah. 
Bila seseorang dapat menghadapi benda atau peristiwa sebagai suatu kelompok, golongan, kelas, atau kategori, maka ia telah belajar konsep”.
Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasi­fikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata”.
Orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapi, sehingga objek-objek ditempatkan dalam golongan tertentu.

Dari pengertian konsep yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa konsep adalah ide abstrak untuk mengklasifikasi objek-objek yang biasanya dinyatakan dalam suatu istilah sehingga seseorang dapat mengerti suatu konsep dengan jelas.  Dengan menguasai konsep seseorang dapat menggolongkan dunia sekitarnya menurut konsep itu.

      2.      Pengertian ruang lingkup
Pengertian dari ruang lingkup adalah batasan. ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. penggambaran ruang lingkup dapat kita nilai dari data karakteristik responden perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana keadaan responden penelitian kita, yang boleh jadi diperlukan untuk melihat data hasil pengukuran variabel-variabel yang diteliti.
Sebagai contoh ruang lingkup pada populasi dan sampel dapat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian, akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental.




3.      Hubungan Konsep dan ruang lingkup dengan ilmu yang lain
Hubungan konsep dan ruang lingkup dengan ilmu yang lain memang erat dan bertalian. Karena apabila sebuah bidang ilmu memakai konsep dan ruang lingkup maka pengembangan dan arah pencapaian ilmu itu akan terwujud dan mencakup akan materi yang ada.

Hal ini sesuai dengan kriteria :
Peran konsep sangat besar dalam aspek keilmuan
Konsep akan banyak menentukan pengembangan pembelajaran ilmu
Ruang lingkup yang luas akan semakin memperluas media ilmu
Ruang lingkup juga akan mendukung setiap ilmu pembelajaran

4.      Manfaat konsep dan ruang lingkup
Menegaskan sub - sub pada materi yang di tampilkan
Memperjelas arah pembelajaran secara teori
Memudahkan pemilihan dan pencarian materi pembelajaran
Mengintegrasikan pencapaian secara maksimal pada materi

            5.      Pengertian sejarah pendidikan Islam

Kata sejarah dalam bahasa arab disebut tarih,  yang menurut bahasa berarti ketentuan masa. Sedangkan menurut istilah berarti “keterangan yang telah terjadi dikalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada”. Kata tarih juga dipakai dalam arti perhitungan bumi, seperti  keterangan mengenai tahun sebelum atau sesudah masehi dipakai senutan sebelum atau sesudah tarih masehi. Kemudian yang  dimaksud dengan ilmu tarih , ialah “suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan-keadaan atau kejadian-kejadian yang telah lampau maupun yang sedang  terjadi dikalangan umat”.
            Dalam bahasa inggris sejarah disebut history, yang berarti “pengalaman masa lampau dari pada umat manusia” the past experience of mankind.
Pengertian selanjutnya memberikan makna sejarah sebagai catatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian masa silam yang  diabaikan dalam laporan-laporan dan dalam ruang lingkup yang luas. Kemudian sebagai cabang ilmu pengetahuan sejarah menganggap peristiwa-peristiwa masa silam , baik peristiwa sosial, politik, ekonomi, maupun agama dan budaya dari suatu bangsa, Negara atau dunia.
            Pokok persoalan sejarah senantiasa akan sarat dengan pengalaman-pengalaman penting yang menyangkut perkembangan keseluruhan keadaan masayarakat. Oleh sebab itu, “sejarah bukanlah peristiwa-peristiwa, melainkan tafsiran peristiwa-peristwa itu, dan pengetian mengenai hubungan –hubungan nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat”.
            Berangkat dari pengertian sejarah sebagaimana yang dikemukakan diatas, maka dapat dirumuskan pengertian tentang “ sejarah pendidikan islam” atau “Tarihut Tarbiyyah Islamiyyah” sebagai berikut
(a) keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu  yang lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang; dan
(b) cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengang partumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi positif dan operasionalisme sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang.

              6.      Periodesasi sejarah pendidikan Islam

Secara garis besar Dr. Harun Nasution membagi sejarah Islam ke dalam tiga periode, yaitu periode klasik, pertengahan dan modern. Kemudian perinciannya dapat dibagi menjadi 5 masa, yaitu:

1     .       Masa hidupnya Nabi Muhammad Saw (571-632 M)
2     .      Masa khalifah yang empat (Khulafaur Rasyidin: Abu bakar, umar, Usman dan Ali di madinah/ 632 - 661)
3     .      Masa kekuasaan Umayyah di Damsyik (661-750M)
4     .      Masa kekuasaan Abasiyah di Bagdad (750-1250M)
5     .      Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Bagdad tahun 1250 M sampai sekarang.

Kaitannya dengan kajian pendidikan Islam di Indonesia, maka cakupan pembahasannya akan berkaitan dengan sejarah Islam di Indonesia dengan fase-fase sebagai berikut :
ü               Fase datangnya Islam ke Indonesia;
ü              Fase pengembangan dengan melalui proses adaptasi;
ü              Fase berdirinya kerajaan-kerajaan Islam Islam ;
ü              Fase kedatangan orang barat;
ü        Fase penjajahan jepang;
ü        Fase Indonesia merdeka; dan
ü              Fase pembangunan 
v                 Sejarah pendidikan Pendidikan Islam telah dibagi oleh Prof. Dr. harun Nasution dalam tiga periode, yaitu periode klasik, periode pertengahan dan periode modern.

1.      Periode Klasik
Periode klasik (650 M-1250 M) merupakan zaman kemajuan dan dibagi dalam dua fase, yaitu: 
  Fase Ekspansi, Integrasi dan Puncak kemajuan (650 M-1000 M).
Pada fase inilah dunia Islam meluas melalui Afrika Utara sampai ke Spanyol di Barat dan melalui Persia sampai ke India di Timur. Daerah-daerah tersebut tunduk kepada keluasaan khalifah yang pada mulanya berkedudukan di Madinah, kemudian di Damsyik dan terakhir di Baghdad.
Di masa ini pulalah berkembang dan memuncaknya ilmu pengetahuan, baik dalam bidang agama maupun non-agama, an kebudayaan Islam.
Zaman inilah yang menghasilkan ulama-ulama besar seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dan Imam Ibn Hambal dalam bidang hukum, Imam Asy’ari, Imam al-Maturidi, pemuka-pemuka Mu’tazilah seperti Wasil Ibn ‘Ata’, Abu al-Huzail, al-Nazzam dan al-Zubair dalam bidang teologi, zunnun al-Misri, Abu Yazid al-Bustami dan al-Hajjaj dalam mistisisme atau al-Tasawwuf, al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Miskawaih dalam filsafat, dan Ibn Hasyam, Ibn Hayyan, al-Khawarijmi, al-Mas’udi dan al-Razi dalam bidang ilmu pengetahuan 
 Fase Disintegrasi (1000 M-1250 M)
Di masa ini, keutuhan umat Islam dalam bidang politik mulai pecah, keuasaan khalifah menurun dan akhirnya Baghdad dapat dirampas dan dihancurka oleh Hulagu pada tahun 1258 M. Khalifah, sebagai lambang kesatuan politik umat Islam hilang.

         2.      Periode Pertengahan (1250 M-1800 M)
Periode pertengahan ini juga dibgi oleh Prof. Dr. Harun Nasution ke dalam dua fase, yaitu fase kemunduran dan fase tiga kerajaan besar.




          Fase Kemunduran (1250 M-1500 M
Dalam fase ini, disentralisasi dan disintegrasi meningkat. Perbedam antara Sunni dan Syi’ah dan demikian juga antara Arab an Persia semakin nyata terlihat. Dunia Islam terbagi dua, yaitu bagian Arab dan bagian Persia.
Bagian Arab yang terdiri atas Arabia, Irak, Suria, Palestina Mesir dan Afrika Utara, dengan Mesir sebagai pusat,
Bagian Persia yang terdiri atas Balkan, Asia kecil, Persia dan Asia Tengah, dengan Iran Sebagai Pusat.
Kebudayaan Persia mengambil bentuk Internasional dan dengan demikan mendesak lapangan kebudayaan kebudayan Arab. Pendapat bahwa pintu ijtihad tertutup makin meluas di kalangan umat Islam. Demikian juga tarekat dengan pengaruh negatifnya, perhatian terhadap ilmu pengetahuan menjadi sangat kurang. Umat Islam di Spanyol dipaksa masuk Kristen atau keluar dari daerah tersebut.

          Fase Tiga Kerajaan Besar (1500 M-1800 M)
Tiga kerajaan besar yang dimaksud dalam fase ini ialah Kerajaan Utsmani (Ottoman Empire) di Turki, Kerajaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India.
Fase tiga kerajaan besar ini, oleh Prof. Dr. Harun Nasution dibagi kembali dalam dua periode lagi, yaitu dimulai dengan aman kemajuan (1500 M-1700 M) dan zaman kemunduran (1700 M-1800 M).
Di masa kemajuan, ketiga kerajan besar ini mempunyai kejayaan masing-masing teruama dalam bentuk literatur dan arsitek. Mesjid-mesjid dan gedung-gedung indah yang didirikan di zaman ini masih dapat dilihat di Istambul, Tibriz, Isfahan serta kota-kota lian di Iran dan di Delhi. Kemajuan umat Islam di zaman ini lebih banyak merupakan kemajuan di periode klasik. Prhatian terhadap ilmu pengetahuan masih kurang sekali.
Di masa kemunduran, Kerajaan Utsmani terpukul oleh Eropa. Kerajaan Safawi dihancurkan oleh serangn-serangan suku bangsa Afghan, sedangkan daerah kekuasaan Kerajaan Mughal diperkecil oleh pukulan-pukulan raja-ra India. Kekuatan militer dan kekuatan politik umat Islam menurun. Umat Islam dalam keadaan mundur dan statis. Dalam pada itu, Eropa dengan kekayaan-kekayaannya yang diangkut dari Amerika dam Timur Jauh, bertambah kaya dan maju. Penetrasi Barat yang kekuatannya meningkat ke dunia Islam yang kekuatanya menurun, kian mendalam dan kian meluas. Akhirnya Napoleon pada ahun 1798 M menduduki Mesir, sebagai salah satu pusat Islam yang terpenting.

3.      Periode Modern ( sejak 1800 M)
Periode modern ialah zaman kebangkitan kembali umat Islam. Jatunya Mesir ke tangan Barat menyadarkan dunia Islam akan kelemahannya dan menyadarkan umat Islam bahwa Barat telah mempunyai peradaban baru yang lebih tnggi dan merupakan ancaman bagi Islam. Raja-raja dan pemuka-pemuka Islam mulai memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam kembali. Pada periode modern inilah timbul ide-ide pembaharuan dalam Islam.

v              Adapun periodesasi dari keterangan lain, membagi periode perkembangan pendidikan Islam menjadi empat:
§          Periode pembinaan
Periode ini mulai semenjak munculnya Islam hingga akhir Negara Umayyah.
§                   Periode keemasan
Mulai dengan kerajaan Abasyah hingga rupntuhnya kekhalifahan Abasyah dan runtuhnya kota Baghdad.
§          Periode keruntuhan dan kehanjuran
       Periode ini mulai dengan kekuasaan Turki Usmaniyah sampai terlepasnya Negara-negara Arab dari kekuasaan itu.
§          Periode pembaharuan dan pembinaan kembali
       Periode ini meliputi terlepasnya Negara-negara Arab dari kekuasaan Turki yang berkelanjutan sampai sekarang.




BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
            Konsep adalah ide abstrak untuk mengklasifikasi objek-objek yang biasanya dinyatakan dalam suatu istilah sehingga seseorang dapat mengerti suatu konsep dengan jelas.  Dengan menguasai konsep seseorang dapat menggolongkan dunia sekitarnya menurut konsep itu.

Pengertian dari ruang lingkup adalah batasan. ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. penggambaran ruang lingkup dapat kita nilai dari data karakteristik responden perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana keadaan responden penelitian kita, yang boleh jadi diperlukan untuk melihat data hasil pengukuran variabel-variabel yang diteliti.

No comments:

Post a Comment